akhirnya dia pergi juga…
ada sedikit sesal dan haru saat melepasnya…
sekian tahun telah bersama dan setia menemani…
kemanapun dan kapanpun…

teramat banyak jasanya bagi (keluarga) kami…
dan yang terpenting dan yang sebenarnya tak ternilai adalah nilai sejarah dari keberadaannya…
tapi pertimbangkan terakhir untuk tetap melepasnya adalah ketidaktegaan kami untuk melihatnya makin merana…
kondisinya yang makin menua dan ’sakit’ yang perlahan menggerogotinya…
kami tak siap untuk melihatnya mati perlahan dan untuk nantinya melihat dia teronggok tak berguna…
akhirnya senin malam lalu, selepas maghrib sang ’tabib’ datang. membawa dan menukarnya dengan beberapa lembar uang yang tak lagi banyak…
sedikit terobati lara ini. terbetik kabar sang ’tabib’ akan merawat dan menjadikannya sedikit lebih muda dan macho…
selamat jalan dan terima kasih dari kami…
sungguh kau selalu dihati…
B4670HV, we love u…
Juni 12, 2007
Kategori: hati gundah . . Penulis: wigoena . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Pernahkah rasakan kesejukan dari kejadian berikut? Hal sepele yang amat mudah untuk kita lakukan juga. Semudah seulas senyum di bibir. Tapi kadang terabaikan dan dianggap tak terlalu penting. Hanya sekedar melambai/mengangkat tapak tangan.
Saat kita sejenak mengalah dan mempersilahkan ataupun memberi jalan orang lain, entah itu di mulut jalan, di simpang jalan, dan orang itu memberi lambai tangan tanda ’terima kasih’ pada kita. Sungguh ada kesejukan disana!!
Lain hal bila kebalikannya yang terjadi. Tiada mengalah dan saling serobot. Caci maki dan sumpah serapah sudah pasti tercurah.
Terima kasih pada orang-orang yang telah mengalah memberi jalan padaku dan juga lambai tangan saat aku memberi jalan. salam lambai tangan kembali…
Juni 5, 2007
Kategori: hati riang, hati-hati . . Penulis: wigoena . Komentar: 1 Tanggapan
Kepada: pengelola tempat-tempat umum
Penelitian ilmiah tentang bahaya perokok pasif telah dilakukan selama lebih dari 20 tahun. Tidak ada keraguan bahwa merokok secara pasif sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, menyebabkan kanker dan banyak penyakit pernafasan serta kardiovaskuler pada anak-anak serta orang dewasa, dan tidak jarang mempercepat kematian.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah berkesimpulan bahwa asap rokok, sekecil apapun jumlahnya, tetaplah berbahaya. Rekomendasi WHO tentang hal ini mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok adalah dengan memberlakukan peraturan 100% bebas asap rokok bagi tempat-tempat umum.
Hak untuk mendapatkan udara bersih, bebas dari asap rokok adalah hak umat manusia.
Dengan demikian, kami meminta anda untuk melindungi kesehatan pegawai, pekerja dan masyarakat umum dengan cara menerapkan peraturan yang 100% melarang merokok di tempat-tempat umum. Kami percaya, langkah ini adalah langkah yang sangat penting untuk melindungi kesehatan kita dan anak-anak kita semua.
Tertanda,
Dwi Gunadi
Mei 31, 2007
Kategori: hati gundah, hati-hati . . Penulis: wigoena . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Banyak dijumpai perempatan nanggung, dalam artian tidak persis bertemu ujung jalan yang satu dengan yang lainnya. kemacetan dahsyat kerap terjadi di simpang empat tanggung seperti ini. perlu tenaga ekstra untuk lolos darinya, terlebih pada jam-jam padat baik pagi maupun sore. seperti di daerah Brigif (lingkar biru), perempatan jalan dari dan menuju Ciganjur, Warung silah, Gandul cinere dan arah Ragunan. kehadiran polisi, terkadang juga anggota marinir, plus pak ogah, sangat membantu dalam mencegah dan mengurai kemacetan. Tapi terkadang pak ogah (tanpa pendamping) bisa juga menjadi faktor penyebab dan selebihnya ketergesaan yang seolah memburu para pengguna jalan juga faktor utama penyebab kemacetan bertambah parah. ujung-ujungnya semua pihak merugi dengan kondisi ini. berdiam lama tanpa gerak laju roda…
Mei 30, 2007
Kategori: hati gundah, hati-hati . . Penulis: wigoena . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Akhirnya terkabul sudah… walau tak sepenuhnya plong, karena janji mengajak adik nonton nggak kesampaian, tapi setidaknya bisa nonton juga… setelah batal, batal dan batal, sampai akhirnya film ini hanya tersisa di kalibata, megaria, slipi, daan mogot, PI 6 dan Hollywood KC 3 (ngelihat di sini). khawatir segera ditarik dari peredaran, maka dipaksakanlah untuk bisa melihatnya. setelah beres beberapa keperluan di Pademangan dan Kramat +- jam dua siang, berniat mampir di Megaria. berpikir dan terbayang akan kemacetan sesudahnya, akhirnya perjalanan dilanjutkan, dan berhentilah saya dan istri di Kalibata. 
setelah membeli tiket, menunggu beberapa saat, masuklah kami ke studio 2. menunggu beberapa menit lagi, dan pertunjukkanpun dimulai…
hanya beberapa penonton yang terlihat, rasanya tak lebih dari 25 orang (lebih baik ketinggalan daripada nggak nonton
). karenanya suasana studio terasa lebih akrab. berhaha-hihi bersama dan tentunya menikmati film dengan seksama pula….
asli ini film bagus banget. banyak pesan yang tersampaikan. juga tentang patriotisme dan nasionalisme yang terancam luntur dan nyaris tergadaikan. soal peraturan berkesan diskriminatif. tentang sepakbola. tentang merah putih yang nyaris tak sepenuh tiang. soal hati dan banyak lagi masalah bangsa ini. pokoknya komplit…
maju terus film indonesia!! maju terus indonesiaku… jadilah naga bonar yang kesekian, yang masih peduli ibu pertiwi….
Mei 30, 2007
Kategori: hati riang . . Penulis: wigoena . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
27 Mei 2006, gempa itu terjadi. menggoyang yogya, menyisakan duka dan derita. setahun sudah gempa itu berlalu, yang berarti setahun juga peristiwa yang menyisakan tanda bekas luka itu menimpa. menjelang siang di tikungan ujung Antasari arah Tb. Simatupang (Elnusa) tiba-tiba motor yang melaju pelan terperosok. ternyata bekas oli yang tercecer menjadi penyebab. lutut juga sebagian tangan berdarah dan tergores. begitupun istri… Ajaibnya sang adik dibonceng depan nggak apa-apa. cuma shock/kaget saja…

sesampai dirumah melihat TV dan tersiar berita tentang gempa di Yogya… bercampur haru dan syukur. haru dan sedih melihat derita Saudara-saudara di Yogya dan masih bersyukur akan kejadian yang juga menimpaku. Alhamdulillah hanya cedera ringan dan rasanya tiada banding dengan penderitaan korban-korban gempa.
sempat berkunjung ke Yogya, Klaten dan Bantul 2,5 bulan sejak gempa terjadi. masih terlihat daerah yang luluh lantak. proses rehabilitasi masih dan terus berlangsung. Dan kabarnya, sampai setahun gempa berlalu masih ada korban-korban ditempat penampungan. semoga saja derita lekas berlalu. semoga saja kembali tersenyum saudara-saudaraku. di Yogya, Klaten, Bantul dan di Daerah bencana lainnya.
Ya Allah, janganlah lagi Kau timpakan beban dan derita yang tiada kuat kami menanggungnya. Kiranya hanyalah pertolongan-Mu yang kami harapkan…
Mei 28, 2007
Kategori: hati gundah, hati riang . . Penulis: wigoena . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar

Saking inginnya melihat Naga Bonar yang katanya jadi dua itu di bioskop, dan karena sesuatu hal belumlah sampai terpenuhi keinginannya, dan karena nafsu melihat berderet-deret keping DVD dan VCD bajakan yang mengumbar gambar-gambar film negeri, maka dibelilah oleh adik sebuah film bercover Tora dan Deddy Mizwar.
Sesampai dirumah, sang adik ingin sesegera mungkin menontonnya. Saya yang ingin membantunya menjadi agak sanksi melihat keping VCD buram dan bergores yang berlabel Naga Bonar jadi 2.
Ternyata dan ternyata… bukanlah film yang telah ditonton Wapres dan para Menteri dan juga mungkin ribuan orang itu yang tersajikan… melainkan Ustad Jefri yang sedang berdendang. Halah…. Apa kata dulmanan*?!?!
Secara tak jauh tempat membelinya, spontan saya antarkan adik untuk mengembalikannya. Saya minta sama yang jual untuk mencoba mengetes keping-keping yang lainnya. Si abang berdalih bahwa hampir semuanya sama. Okelah yang Naga Bonar. Coba yang Suster Ngesot… dengan mimik yang terlihat mulai agak takut, si abang coba mengetesnya, dan lagi-lagi Album GIGI yang terputar… Saya makin yakin bahwa semua VCD/DVD film-film lokal itu semua ngawur!! Mimik penuh emosi diwajah ini mungkin makin terbaca dan si abang-pun makin terlihat ciut…
Sudah bajakan, memalsu pula…. Apa kata Dulmanan*?!
Untung saja tak tertumpahkan emosi diri ini…
* mantan guru bahasaku yang terkadang idealis, apa kabarnya pak?
Mei 27, 2007
Kategori: hati gundah . . Penulis: wigoena . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
tanya seperti itu kadang hinggap di diri ini. adakah benar ini negeriku tercinta?! tentang jaman keemasan dan dongeng jamrud khatulistiwa yang masihkah layak diceritakan?! sungguh luar biasa beda apa yang tersajikan dihadap mata dengan alkisah dan konon yang dulu barangkali benar adanya.
tentang toleransi dan budaya persaudaraan?! tentang sumber alam berlimpah?! tentang gemah ripah loh jinawi?! dan tentang kemerdekaan?!
cukuplah sudah tergambarkan dari berita yang kerap bertema sama di banyak stasiun TV. dan karenanya teriris hati ini terluka…
Mei 26, 2007
Kategori: hati gundah . . Penulis: wigoena . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar